MENCARI HARTA
Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Ibnu al-Atsir berkata : ”Al maal (harta) pada awalnya adalah setiap apa yang dimiliki berupa emas dan perak, kemudian digunakan untuk menunjukkan setiap sesuatu yang diperoleh dan dimiliki dari benda-benda. Dan kata maal paling banyak digunakan pada bangsa Arab untuk menunjukkan unta karena itu yang menjadi kebanyakan harta mereka.” Menurut Al Kramly, mall (harta) pada awalnya menunjukkan ”tanah”, kemudian berpindah ke ”tanaman”, dan ”setiap apa yang ada tampak di atasnya” kemudian ”hewan”, kemudian ”setiap sesuatu yang dimiliki”. Dan pada masa peradaban dan tamaddun bermakna ”emas dan perak” atau kertas yakni uang, apapun bentuknya. Sedangkan terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah.
MELAKUKAN PENUMPUKAN DAN PENIMBUNAN HARTA
Etika dalam membelanjakan harta mencakup skala prioritas, keseimbangan, harta yang dicintai, menyegerakan dan kelebihan dari kebutuhan pokok. Skala prioritas dalam membelanjakan harta terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 215 : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ”Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
MENGGUNAKAN SUMPAH PALSU DAN MENGOBRAL SUMPAH
Allah melarang menggunakan sumpah palsu untuk melakukan penipuan. Dalam surat An Nahl ayat 94-95 : Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki(mu) sesudah kokoh tegaknya dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan bagimu azab yang besar. Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
curhatan
Temen-temen bolehkan aku curhat ma kalian?
Aku lagi binggung ni menghadapi cowok aku kenapa nya dia sekarang kok kasar banget ma aku, apa dia udah bosennya ma aku, karena kami pacarannya udah 4 tahun berjalan mau lima tahun bulan april 2010 nanati, apa menurut kalian yang harus aku lakukan?