MENCARI HARTA

By dedew  

Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Ibnu al-Atsir berkata : ”Al maal (harta) pada awalnya adalah setiap apa yang dimiliki berupa emas dan perak, kemudian digunakan untuk menunjukkan setiap sesuatu yang diperoleh dan dimiliki dari benda-benda. Dan kata maal paling banyak digunakan pada bangsa Arab untuk menunjukkan unta karena itu yang menjadi kebanyakan harta mereka.” Menurut Al Kramly, mall (harta) pada awalnya menunjukkan ”tanah”, kemudian berpindah ke ”tanaman”, dan ”setiap apa yang ada tampak di atasnya” kemudian ”hewan”, kemudian ”setiap sesuatu yang dimiliki”. Dan pada masa peradaban dan tamaddun bermakna ”emas dan perak” atau kertas yakni uang, apapun bentuknya. Sedangkan terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah.

Harta dapat menimbulkan kebaikan dan sebaliknya dapat membuat keburukan.  Hassan bersyair : ”Al-maalu tazri bi Aqwaamin dzawii hasabin—wa qad tusawwidu ghaira al_Sayyidi al maal (Harta dapat membuat rendah kaum-kaum terhormat dan dapat mengangkat derajad yang bukan tuan menjadi tuan). Tujuan manusia mencari harta antara lain memenuhi fitrah dan nafsunya, mencukupi diri dan keluarga, membantu masyarakat dan memperoleh keridhaan Allah.

Mencari harta merupakan fitrah manusia sejak diciptakan, tetapi dalam memenuhi tuntutan nafsunya harus dikendalikan dengan batasan syariah dan menggunakan cara sesuai syariah. Dalam surat Ali Imran ayat 14 : ”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” Harta itu memang indah, melezatkan dan menggembirakan sehingga banyak orang ingin memburunya, meskipun hanya sampai batas yang dihalalkan saja, tetapi menurut Al Ghazali, jadi terbiasa mencintai harta sehingga sulit untuk berpisah dengannya. Perbuatan semacam ini dapat meresap dalam jiwanya, sehingga kadangkala dapat mengalahkan perasaan yang dahulunya suci menjadi kurang suci, dahulunya baik menjadi kurang baik. Bahkan yang dahulunya halal menjadi haram, karena kebiasaan itu.

Demikian pula Rasulullah s.a.w. bersabda : ”Andaikata seseorang itu sudah memiliki dua lembah dari emas, pastilah ia akan mencari yang ketiganya sebagai tambahan dari dua lembah yang sudah ada itu” (Bukhari dan Muslim).  Al Ghazali memberi pedoman untuk kita tidak tamak dan loba terhadap harta. Pertama, hendaklah membiasakan diri hidup dalam keadaan sedang, sederhana, dan tidak berlebih-lebihan, secukupnya saja dalam berbelanja dan menjauhi kemewahan. Kedua, hendaklah seseorang itu meyakinkan dengan seyakin-yakinnya bahwa rizki yang sudah ditentukan untuknya pasti akan dicapai dan diperolehnya. Ketiga, hendaklah disadari dengan berbuat qana’ah (menerima apa yang ada sambil terus berusaha memperbaiki nasibnya) akan memperoleh kemuliaan. Keempat, hendaklah mengingat para Nabi dan Waliullah, yang hidup sederhana dan sabar menderita kekurangan. Kelima, hendaklah disadari bahwa harta itu dapat menimbulkan marabahaya kalau tidak dikelola menurut tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengikuti pedoman yang diberikan Al Ghazali, mudah-mudahan kita dapat mengusahakan sifat qana’ah, menerima dengan apa yang ada disisi kita, tetapi terus berusaha untuk memperbaiki kehidupan kita, tetap sabar dan tawakal kepada Allah, agar kita menjadi orang yang sukses dalam mencari harta.


8 Comments

  1. Posted November 27, 2009 at 11:43 pm | Permalink

    In truth, immediately i didn’t understand the essence. But after re-reading all at once became clear.

  2. Posted December 7, 2009 at 11:14 pm | Permalink

    Very interesting and amusing subject. I read with great pleasure.

  3. Posted December 10, 2009 at 12:24 am | Permalink

    I liked it. So much useful material. I read with great interest.

  4. Posted December 14, 2009 at 3:02 am | Permalink

    Thank you! You often write very interesting articles. You improved my mood.

  5. Posted December 18, 2009 at 2:42 pm | Permalink

    Are you a professional journalist? You write very well.

  6. Posted December 25, 2009 at 12:46 pm | Permalink

    Interesting and informative. But will you write about this one more?

  7. Posted December 29, 2009 at 1:50 am | Permalink

    CNZZtU coajjrbxgodl, [url=http://qfwozwnkcckq.com/]qfwozwnkcckq[/url], [link=http://wpngadwgfnlm.com/]wpngadwgfnlm[/link], http://cibamynqokad.com/

  8. Posted April 17, 2010 at 10:11 am | Permalink

    Love me, love my dog.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*