Menghargai Perbedaan - Perbedaan itu Indah

By dedew  

Kita mungkin sangat sadar dengan perbedaan-perbedaan budaya negeri kita saat ini, dengan adanya budaya yang berbeda-beda maka aktifitas ataupun perilaku atau sifat seseorang itu akan berbeda-beda pula, nah dengan adanya perbedaan itulah kita berusaha memahami orang lain, dan mencoba ingin tahu tentang orang lain bahkan ingin mengetahui budayanya juga dan kita juga berusaha menghargai perbedaan-perbedaan tersebut untuk menjalin kehidupan yang rukun dan berdampingan secara bersama-sama. Karena perbedaan itu indah, manusia saja di ciptakan laki-laki dan perempuan itu merupakan suatu contoh yang nyata bahwa perbedaan itu memang indah. Coba kalau saja manusia itu di ciptakan laki-laki saja atau perempuan saja maka apa jadinya.
Pada dasarnya manusia-manusia menciptakan budaya atau lingkungan sosial mereka sebagai suatu adaptasi terhadap lingkungan fisik dan biologis mereka. Kebiasaan-kebiasaan, prraktek-praktek, dan tradisi-tradisi untuk terus hidup dan berkembang diwariskan oleh suatu generasi ke generasi lainnya dalam suatu masyarakat tertentu. Pada gilirannya, kelompok atau ras tersebut tidak menyadari darimana asal usul warisan kebijaksanaan tersebut. Generasi-generasi berikutnya akan terkondisikan untuk menerima “kebenaran-kebenaran” tersebut tentang kehidupan di sekitar mereka, pantangan-pantangan dan nilai-nilai tertentu di tetapkan, dan melalui banak cara orang-orang menerima penjelasan tentang perilaku yang dapat diterima, untuk hidup dalam masyarakat tersebut. Budaya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh setiap faset aktifitas manusia.
Kemudian kita lihat disisni sebenarnya bahwa perilaku seseorang itu cara berpikir nya terkadang secara tidak sadar sebenarnya itu masih dipengaruhi oleh budaya dimana tempat kita tinggal dan dimana temapat kita bergaul. Karena sebagian orang atau individu itu masih sangat cenderung menerima dan mempercayai apa yang dikatakan budaya mereka. Karena itulah kita dipengaruhi oleh adat dan pengetahuan masyarakat dimana kita dibesarkan dan tinggal. Terlepas dari bagaimana validitas objektif masukan dan penanaman budaya pda diri kita, pasti terkadang kita juga sadar dan cenderung mengabaikan atau menolak apa yang bertentangan dengan kebenaran kultural, atau mungkin bertentangan dengan dengan kepercayaan-kepercayaan kita. Kemudian ini sering kali merupakan landasan bagi prasangka yang tumbuh diantara anggota-anggota kelompok-kelompok lain, bagi penolakan untuk berubah ketika gagasan-gagasan yang sudah ada menghadapi tantangan. Masalah akan muncul bila suatu budaya dan cara berpikirnya itu tertinggal di belakang dengan adanya penemuan-penemuan dengan realitas-realitas baru. Contohnya dengan adanya kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sekarang ini, telah jauh mendahului ajaran-ajaran kultural masyarakat. Ini merupakan salah satu efek perubahan, yang mungkin sekali bisa menggeser eksistensi kebudayaan yang sudah ada.
Bagaimana kalau kita adalah seseorang manajer perusahaan yang modern dan kebetulan kita bekerja disuatu Perusahaan dan dilingkungan perusahaan itu sendiri multibudaya banyak sekali perbedaan yang nampak disitu, ketika kita berada di lingkungan seperti itu bukannya kita secara tidak langsung perlu memahami apa yang terjadi dalam lingkungan perusahaan tersebut, kita perlu berinteraksi dan berusaha memahami kebiasaan-kebiasaan di lingkungan tersebut dan kita perlu mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat perbedaan budaya tersebut. Dengan demikian kita akan lebih nyaman dan sesuai apabila kita berinteraksi dengan kelompok manapun, untuk mencapai tujuan itu maka perlu kita ketahui bahwa menghargai perbedaan-perbedaan itu menjadi sangat penting untuk menjalankan hidup yang sesuai dan selaras.
Kemudian kita akan bahas mengapa menjadi penting setiap orang itu harus menghargai sebuah perbadaan-perbedaan sebuah budaya yang ada pada diri seseorang dengan oranglain. Karena kita itu hidup secara tidak sadar kita sangat perlu bantuan dari orang lain, yang mungkin suatu saat kita itu tidak akan harus menetap didaerah kita sendiri selamanya, melainkan kita itu mungkin akan hidup didaerah orang lain dan di budaya yang mungkin sangat berbeda dengan budaya kita sendiri. Dengan cara beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan yang kulturnya berbeda dengan kita mungkin awal-awal akan lebih terasa agak aneh dan kurang nyaman untuk kita berinteraksi. Tetapi dengan kebiasan kita menghargai orang lain di sebuah lingkungan kita berada tersebut, maka orang lain juga akan menghargai kita dan menghormati keadaan kita danperbedaan yang kita miliki. Justru dari perbedaan itulah biasanya kita akan merasa nyaman dalam menentukan pilihan untuk berinteraksi terhadap sesama, dan saling menjaga perbedaan yang dimiliki masing-masing, denagan tidak menghilangkan identitas diri kita sendiri, terhadap pengaruh lingkungan yang baru tersebut, tetapi kita juga harus menghormati budaya dan etika di lingkungan tersebut.
Kemudian sebuah budaya yang berbeda-beda itu kaitannya dengan komunikasi kita adalah sebuah cara-cara kita berkomunikasi dengan orang lain yang mungkin orang lian itu belum mengenal kita sebelumnya dan berbada budaya pula maka orang lain tersebuta akan merasa kok ada yang aneh ya pada komunikasi nya, atau percakapannya. Dan keadaan keadaan komunikasi kita yang mungkin terkadang menjadi ciri khas kita dalam berkomunikasi pada sesama teman. Kemudian bahasa dan gaya bahasa yang kita gunakan atau perilaku perilaku nonverbal yang kita gunakan yang mungkin orang lain tidak pernah melakukannya bahkan itu akan menjadi simbol yang menciri khas kan budaya kita, itulah yang merupakan sebuah respons terhadap dan fungsi budaya kita, karena komunikasi itu biasanya terikat oleh suatu budaya.
Dengan kita melihat saat ini, seperti saya saja yang tinggal di daerah orang, yaitu di Jogja sedangkan asal saya dari Sumatera, ini sangat nampak sekali perbedaan nya ketika saya harus berinteraksi dan menyesuaikan diri pada lingkungan yang ada pada saat ini. Bahkan di jogja ini perkumpulannya multi budaya yang sangat kompleks sekali bahkan dari seluruh kepulauan dan daerah-daerah di seluruh Indonesia khususnya telah bercampur menjadi stu di Jogja ini. Maka dengan demikian mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri kita terhadap perbedaan budaya ini. Dengan cara saling menghormati dan saling menghargai keberadaan budaya mereka agar tidak terjadi perselisihan diantara kita hanya karena perbedaan budaya.
Sebenarnya perbedaan itu indah, tergantung bagaimana kita menanggapi perbedaan tersebut, coba sekarang kita lihat perilaku atau sikap laki-laki dan perempuan, itu sungguh sangat berbeda tetapi dengan perbedaan itulah laki-laki dan perempuan itu bisa saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain. Seperti halnya dalam kontks kita bergaul di lingkungan masyarakat atau bergaul pada teman-teman kita sendiri yang berbeda budaya, disitu kita akan merasakan betapa pentingnya seorang teman, karena dari segi pengetahuan, dari segi ilmu yang diterapkan di lingkungan budayanya, dari segi cara berpikirnya. Itu akan sangat berbeda dengan kita, ini lah kesempatan kita untuk belajar dari pengalaman teman atau orang lain yang berbeda budaya dengan kita, dari cara berpikirnya dari cara menyelesaikan masalah di kebudayaan mereka, maka itu akan menjadi pelengkap di kehidupan kita untuk menambah ilmu dan pengalaman kita untuk berpikir lebih luas dalam menyikapi suatu hal.
Sebab itulah mengapa kita itu perlu menghargai perbedaan budaya oranglain, karena perbedaan itu merupakan sesuatu yang indah yang kita miliki pada saat kita itu hidup di dunia ini. Dan karena perbedaan itu sebuah hubungan pertemanan, kekerabatan, dan golongan akan menjadi saling melengkapi dalam berinteraksi satu sama lain. Tetapi persepsi seseorag disini menjadi penting dalam sebuah interaksi sosial dalam lingkungan masyarakat, secara umum di percaya bahwa orang orang berperilaku sedemikian rupa sebagai hasil dari cara mereka mempersepsi dunia yang sedemikian rupa pula. Terkadang perilaku-perilaku ini di pelajari sebagai bagian dari pengalaman budaya mereka. Baik dalam menilai kecantikan wanita atau melukiskan sebuah pohon, maka kita memberikan respons kepada setimuli tersebut sedemikian rupa sebagaimana yang budaya kita telah ajarkan kepada kita. Kita cenderung memperhatikan, memikirkan dan memberikan respons terhadap unsur-unsur dalam lingkungan kita yang penting bagi kita.
Maka itu penting kita mempelajari komunikasi antar budaya, untuk lebih memahami sebagai perbedaan budaya dalam mempersepsi objek-objek sosial, dan kejadian-kejadian yang terlihat didalam lingkungan masyarakat. Terkadang masalah-masalah kecil dalam komunikasi sering diperumit oleh perbedaan persepsi-persepsi. Tetapi karakter budaya cenderung memperkenalkan kita kepada pengalaman-pengalaman yang tidak sama, dan sehingga, membawa kita kepada persepsi yang berbeda-beda atas dunia luar atau terhadap orang lain. Maka sebab itu kita harus mampu menghargai perbadaan-perbedaan itu supaya kita dapat mengerti dan percaya terhadap nilai-nilai atau sikap yang dimiliki oleh orang lain itu. Dan orang lain itu juga akan dapat menghargai kita dan sikap kita yang mungkin sangat berbeda sekali dengan mereka, karena kita dapat menghargai mereka dengan kepercayaan, sikap, dan nilai-nilai nya.
Sebuah sisitem kepercayaan, nilai, dan sikap. Kepercayaan secara umum dapat dipandang sebagai kemungkinan-kemungkinan subjektif yang diyakini individu bahwa suatu objek atau peristiwa memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Kepercayaan melibatkan hubungan antara objek yang dipercayai dan karakteristik-karakteristik yang membedakakan-nya. Disini bahwa dijelaskan sebuah kepercayaan itu tak lepas dari sebuah hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya yang mempunyai karakteristik-karakteristik yang berbeda. Sehingga seseorang itu dapat mempercayai satu sama lainnya, apabila diantara mereka terjalin hubungan yang saling menghargai satu sama lainnya.
Nilai-nilai adalah aspek evaluasi dari sistem-sistem kepercayaan, nilai dan sikap. Dimensi-dimensi evaluasi ini meliputi kualitas-kualitas seperti kemanfaatan, kebaikan, estetika, kemampuan memuaskan kebutuhan, dan kesenangan. Seperti halnya di kehidupan sehari-hari kita, apabila kita memilih pertemanan atua persahabatan dengan seseorang yang berbeda budaya, disitu maka kita juga melihat nilai-nilai seseorang itu, apakah orang itu baik, ada manfaatnya bagi kita, mampu membuat kita menjadi merasa lebih baik, mampu membuat kita merasa senang, bahkan sampai ketahap apa manfaat nya bagi kita berteman dengan seseorang itu. Manfaat bukan haya dilihat dari sebuah materi saja, tetapi kita mendapatkan manfaat itu dari banyak aspek, bisa dari kebaikannya, sifat-sifat baiknya yang mungkin akan berpengaruh bagi kehidupan kita, pengalamannya yang luas, sehingga mungkin kita membutuhkan pengalaman itu. Karena seseorang itu mempunyai suatu tatanan nilai yang unik, dan terdapat pula nilai-nilai yang cenderung menyerap budaya. Nilai-nilai inilah yang dinamakan nilai-nilai budaya. Maka sebab itu kita tidak perlu bersikap, mempersepsikan atau berperasangka buruk terhadap perbedaan perbedaan yang ada, hargailah perbedaan itu maka kita akan mendapatkan manfaat yang mungkin secara tidak sadar kita telah mendapatkannya.
Nilai-nilai budaya ini umumnya bersifat normatif dalam arti bahwa nilai-nilai tersebut menjadi rujukan seseorang anggota kelompok budaya tertentu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, yang benar dan yang salah, yang sejati dan yang palsu, yang positif dan yang negatif. Nilai-nilai budaya itu menentukan bagaimana orang layak mati dan untuk apa, apa pantas dilindungi, apa yang menakutkan orang-orang dan sistem sosial mereka, hal-hal apa yang patut dipelajari dan yang dicemoohkan, atau peristiwa-peristiwa apa yang menyebabkan individu-individu memiliki solidaritas kelompok.
Nilai-nilai budaya juga menegaskan perilaku-perilaku mana yang penting untuk dilakukan dan perilaku-perilaku mana pula yang harus dihindari. Nah dari rujukan nilai-nilai budaya itulah kemudian yang membentuk karakter seseorang dan membentuk baik atau buruknya seseorang atau kebiasaan-kebiasaan seseorang. Sehingga dengan karakter-karakter yang timbul dari nilai-nilai budaya itulah kemudian ada perbedaan dengan karakter karakter yang di timbulkan oleh budaya yang lainnya. Oleh karena itu kita sebagai seseorang yang dilahirkan di budaya tertentu harus dapat menghargai perbedaan-perbedaan itu. Karena dengan perbedaan itulah kita jadi tahu bahwa dunia ini luas, dan pemikiran-pemikiran, pengalaman-pengalaman yang sangat luas bisa kita dapatkan dari perbedaan-perbedaan tersebut.
Dengan kita berinteraksi dan berkomunikasi pada seseorang yang berbeda budaya dengan kita kita akan merasa mendapatkan suatu pengalaman yang baru, terhadap kehidupan yang sangat luas ini. Dalam pola komunikasi seseorang juga biasaanya dipengaruhi oleh pola-pola pikir terhadap latarbelakang budaya tertantu. Pola pikir itu sendiri sebuah proses mental, bentuk-bentuk penalaran, dan pendekatan-pendekatan terhadap pemecahan masalah yang terdapat dalam suatu komunitas, merupakan suatu komponen penting budaya. Kecuali seseorang itu mempunyai pengalaman bersama orang-orang lain, yang berasal dari budaya lain yang mempunyai pola pikir yang berbeda, kebanyakan orang menganggap bahwa setiap orang berpikir dengan cara yang sama. Namun kita harus sadar betul bahwa terdapat perbedaaan-perbedaan budaya dalam aspek-aspek berpikir.
Pola-pola pikir suatu budaya mempengaruhi bagaimana indivdu-individu dalam berkomunikasi dalam suatu budaya tertentu. Yang pada gilirannya atau percakapannya akan mempengaruhi bagaimana setiap orang itu merespons individu-individu dari budaya lain. Atau kita lihat dalam suatu keseharian kita dlam bercakap-cakap kepada teman-teman di mana saja, kita akan merasakan pemikiran yang berbeda-beda. Tetapi itu sebenarnya interaksi yang sangat bermanfaat sebenarnya bagi kita, untuk kita tahu lebih luas cara berpikir seseorang terhadap pemikiran-pemikiran kita itu akan menjadi referensi bagi kita untuk dapat kita berpir lebih luas juga dalam menyikapi suatu hal. Dengan mencocokan pemikiran-pemikiran orang lain dengan pemikiran kita sendiri, karena itulah menghargai perbedaan-perbedaan itu akan tlebih terasa keindahannya. Kita tidak dapat mengharapakan setiap orang itu untuk menggunakan pola-pola berpikir yang sama, namun kita harus dapat memahami bahwa terdapat banyak pola berpikir dan kita juga harus dapat belajar menerima pola-pola dan perbedaan-perbedaan tersebut, maka kita akan lebih mengetahui dan dapat mudah berkomunikasi dengan antarbudaya.


One Comment

  1. Posted February 22, 2010 at 5:12 am | Permalink

    z57e5M najmvukovczi, [url=http://sfqiyifzfpey.com/]sfqiyifzfpey[/url], [link=http://qatksmdqfvxz.com/]qatksmdqfvxz[/link], http://zsopphedctjt.com/

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*